laporan membuat blog heni

Jumat, 20 Februari 2009

INDAHNYA KEBUDAYAAN DI AMUNTAI

Kota ini terletak di Kalimantan Selatan di Indonesia di hamparan rawa-rawa yang luas dan elok,dengan rumah-rumah panggungnya ,dengan bunga-bunga lotus ,teratai yang mekar nan indahnya mewarnai halaman rumah-rumah dirawa,dan terletak jukung di kanan kiri rumah sebagai alat transpotasi air, penduduknya punya bakat yang besar dalam berdagang dan sangat terkenal dalam dunia dagang di Kalimantan,masyarakat juga sebagian mencari ikan,pertanian yang dilakukan ketika musim kemarau datang.Suku bangsa di daerah ini adalah suku Banjar yang

sangat taat memeluk agama Islam dan penduduknya ramah-tamah.
Kebudayaan didaerah ini sangat beragam,beberapa diantaranya adalah Tanglong,Hapsi,Madihin,batapung tawar maayun.Saya tinggal di kota ini sebagai pengajar di SMK 3 AMUNTAI,sedikit akan saya ulas tentang kebudayaan yang ada di sini diantaranya adalah Tanglong.Biasanya seminggu sebelum menyambut acara tanglong yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan,para remaja bergotong royong membuat hiasan yang berbentuk Kaqbah,burung,unta,laba-laba,gajah,dan lain-lainnya yang berhubungan dengan cerita di agama Islam.Tanglong dilaksanakan pada malam bulan Ramadahan karena malam itu penuh rahmat,bisa dikatakan malam seribu bulan.Pada malam yang dinanti-nantikan tiba para remaja berkumpul di depan Masjid Raja Amuntai,dan pawai tanglong berupa arak-arakan berkeliling kota dengan membawa obor yaitu lampu dari bambu yang dalamnya dikasih minyak tanah,dan dengan kembang api dan mercon yang menambah semarak dan ramainya acara pada kebudayaan ini.Di malam itu banyak pendatang-pendatang dari pelosok-pelosok desa di amuntai seperti desa Sungai Malang,Paliwara,Palampitan,pakapuran,Karias,Banjang,Alabio dan lain-lain dan acara itu berjalan dengan sangat meriah karena antusias masyarakat untuk ikut merayakan dan mendapat berkah dan rahmat pada malam tersebut.
Kebudayaan yang lain di Amuntai adalah Hapsi dimana biasanya pada setiap malam Minggu di masjid-masjid di Amuntai atau bisa juga dirumah-rumah penduduk diadakan ,acara yang meriah dengan peserta yang banyak. diikuti oleh masyarakat disini.Hapsi biasanya diselingi dengan ceramah keagamaan dengan disertai lagu-lagu dengan alunan musik yang bernuansa keagamaan Islami,dengan alat musik terbang,rebana,atau bisa ada yang pakai gong dengan
alunan musik yang mendayu -dayu dan semangat sehingga mengingatkan kita untuk selalu memuji nama ALLAH.
Kebudayaan yang lain di Amuntai adalah Madihin adalah suatu nyanyian -nyanyian yang dinyanyikannya dengan lama dan suara monoton tetapi asyik banget mendengarnya dan di dalam lagu itu ada petuah-petuah atau nasehat yang harus di jalani untuk menjadi masyarakat yang baik.Saya sangat suka sekali mendengar lagu-lagu madihin ini apalagi penyanyinya dari Danau Panggang yang biasa di tayangkan pada stasiun tv lokal wow sangat asyik dengan dilagukan dengan background latar belakang kota Amuntai dan kehidupan masyarakat yang bersahaja dan sangat menyentuh hati nurani dan sangat menggelitik hati untuk menyimak kadang ada yang lucu juga pada syair di lagu-lagunya yang seperti tanpa jeda dan terus melaju melantunkan lagu.Pada acara pengantinan atau acara-acara yang lain biasanya masyarakat menggelar acara ini.
Kebudayaan yang lain di Kota Amuntai adalah Batapung tawar maayun adalah suatu upacara menyiapkan seorang anak,upacara ini dilaksanakan guring maayun,yaitu menidurkan anak kecil yang masih balita pada ayunan.Anak ini berusia 40 hari sampai lima tahun.Sangat menarik di daerah ini saat menidurkan anak pada seutas selendang dengan posisi anak diselimuti kain seperti tidur nyenyak banget si kecil dengan posisi seperti berdiri dan diayun-ayun.Itulah beraneka ragam kebudayaan di Kalimantan,dan tepatnya di Kota Amuntai sebuah kota yang elok,dengan bentangan rawa-rawa,yang luas..dari rawa masyarakat suka beternak itik karena rumahnya panggung,kemudia tercipta tarian itik yang sangat indah dan menawan...sebuah oleh oleh yang menawan jika berkunjung di sini adalah dendeng itik Amuntai,Krupuk itik juga ada dan saya sangat suka sate itiknya..he..he..di pusat kota sebuah patung itik terpahat dengan megah ditepi sungai Paliwara seakan mengucapkan selamat datang untuk menengok dan berpariwisata di daerah ini,juga dengan kehidupan masyarakatnya yang agamis dan dengan berdiri megah bangunan ibadah masjid-masjidnya..Masyarakat Amuntai memiliki kebudayaan beraneka ragam dan sangat menarik untuk dilihat dan berpariwisata...tapi masih banyak juga yang harus dibenahi agar tampak cantik dan elok banget seperti dalam lukisan wow...indah.

1 Komentar:

Pada 8 Juni 2009 pukul 02.02 , Anonymous Anonim mengatakan...

salam kenal dari kindai-mangganang. asyiknya punya banyak bakat. semoga betah tinggal di Amuntai.silakan kunjungi juga kindai-mangganang. blognya orang amuntai jua. hehehe. trims

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda